Pada massa
sekarang kemanan berkendara sepeda ontel atau sepeda goes itu sangat rawan
karena sepeda kalah dengan motor yang sudah adu balap dijalanan. Banyak diantara
kita punya sepeda tapi sepeda kita sudah masuk ke gudang atau sudah rusak dimakan
usia. Masalahnya, karena tempat atau ruang gerak untuk bersepeda sudah tidak
ada lagi. Car free day juga salah satu cara untuk kita menikamati goes tapi
hanya berlaku pada hari minggu pagi, itupun hanya beberapa jam saja.
Minggu, 17
November 2013 kampus 3 UMM launching campus go green dengan bersepeda goes
keliling kampus. Banyak peserta yang ikut dan banyak pula yang mendapatkan
manfaatnya terutama mahasiswa. Setelah launcing banyak diantara mahasiswa yang
berebut untuk memakai sepeda goes yang difasilitasi oleh kampus, ada sekitar
250 sepeda yang disediakan. Hemmm, nyaman sekali dapat bersepeda di area
kampus, lahan yang luas serta kenyamanan untuk bersepeda pasti terjaminnya. Namun,
begitu disayangkan saat melihat beberapa teman harus terjun bebas dari sepeda
yang baru dinaikinya, jika dibilang sepedanya rusak tidak juga karena sepedanya
masih baru, dibilang karena jalanan turun kenapa tetap di goes sepedanya, jadi
kita sebagai pemakai yang harus hati- hati, sayangkan jika fasilitas yang ada
dan masih baru sudah rusak.
Dengan adanya
sepeda goes di kampus, hari ini Rabu 20 November 2013 kami anak- anak dari Ilmu
Kesejahteraan Sosial melakukan goes bersama- sama. Thanks to Mr. Habib, beliau
sebagai dosen Antropologi budaya telah banyak membakar kami dengan motivasi-
motivasinya, terkadang dengan kata- katanya yang sedikit menampar kami juga. Ceritanya
hari ini kita sedang berebut sepeda untuk menjadi antropolog yang terjun langsung
dilapangan, sekaligus menikmati goes bersama- sama. Kita saling mengayuh sepeda
masing- masing, selip kanan, selip kiri, tertawa dan say hello sama
teman- teman dari jurusan lain. Kami terkesan seperti orang ndeso yang baru
naik sepeda tapi, bukan ndesonya yang kami ambil, cerita- cerita saat kami
bersepeda keakraban, lelucon, alunan lagu yang abstrak seta kenarsisan kitalah
yang menjadi bumbu hari ini. Jarang kami tertawa dan berkumpul bersama diluar
kelas pada hari ini barulah kami bisa menjalin keakraban yang cukup intens.
Kulihat salah
satu temanku kemejanya sudah basah kuyub, serta keringatnya bercucuran dari
sela- sela rambutnya, dia masih tetap mengayuh sepedanya dengan kuat walaupn
nafasnya sudah ngosngosan. Ditambah lagi beberapa temanku dengan paksa meminta
untuk dibonceng dijalanan yang menanjak, apa jadinya betis dia setelah itu. Tak
kusangka teman- teman perempuanku yang aku kira mereka takut bedaknya luntur
malah yang paling semangat bersepedanya, wah aku salah sangka. Keringat sudah
bercucuran, ketiah sudah basah, baju basah dan bau keringat, bedak sudah luntur
tapi, semangat kami untuk bersepeda belum ikut luntur hingga masih mengelilingi
helypet beberapa kali lalu bersepeda kearah wallclaimbing dan pada akhirnya di
hentikan bersepe ria kita siang itu ketika perut sudah bunyi kroncongan. Thanks
for today…
![]() |
| Add caption |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar